Fakta-Fakta Menarik dari Tari Kecak, Tari Kelompok Bergaya Teater

Bali adalah salah satu destinasi wisata di Indonesia yang sudah mendunia. Banyak sekali turis asing yang berkunjung, untuk sekedar liburan atau bertempat tinggal. Jika kamu sudah pernah ke Bali, kamu tentu tahu mengenai salah satu pertunjukan tari kelompok yang cukup terkenal, yaitu Tari Kecak.

Tarian yang dibalut dengan cerita mengenai Ramayana ini memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari sejarah, gerakan tarian, lokasi, dan juga properti yang digunakan. Semuanya sangat ikonik. Pertunjukkan tarian kelompok  ini wajib untuk kalian tonton ketika di Bali. Percayalah, kita akan terkesima dengan pertunjukkannya.

Sejarah Singkat dari Tari Kecak dan Ceritanya

tari kelompok

Tari Kecak sebenarnya dibuat oleh seniman asal Indonesia dan juga pelukis asal Jerman. Seniman itu bernama Wayan Limbak. Sedangkan untuk pelukis bernama Walter Spies. Saat itu masyarakat Bali memang memiliki beberapa ritual keagamaan mereka sendiri. Contohnya seperti Ngaben, tradisi pembakaran mayat.

Ritual keagamaan itu menjadi inspirasi dari terciptanya Tari Kecak. Tarian yang diadaptasi dari cerita Ramayana. Mulai saat itu Tari Kecak sering menjadi pertunjukkan seni yang dipertontonkan untuk turis yang datang berkunjung ke Bali.

Cerita Ramayana dari Tari Kecak sendiri menceritakan tentang seorang Raja Bijaksana yang bernama Raja Rama Dewa. Ia berusaha untuk menyelamatkan permaisurinya, Dewi Sita yang ternyata telah diculik oleh seorang raksasa. Raksasa itu bernama Rahwana.

Sang Raja, Rama Dewa harus menempuh perjalanan panjang yang ditemani oleh adiknya, Laksamana. Pada saat Rahwana menculik Dewi Sita, kedonya sempat diketahui oleh Jatayu, burung garuda sahabat dari Raja Rama Dewa. Jatayu ingin berusaha menyelamatkan Dewi Sita namun tidak berhasil.

Di perjalanan sang Raja dan adiknya bertemu dengan Hanoman, panglima pasukan perang kerajaan kera yang dipimpin oleh Raja Sugriwa. Karena merasa berhutang budi dengan Raja Rama Dewa, Hanoman dan Raja Sugriwa mau untuk membantunya menyelamatkan Dewi Sita.

Dengan kesaktian yang dimililiki Hanoman, ia menyusup ke dalam kerajaan Rahwana. Ia lalu menyelamatkan sang permaisuri dan membakar istana Rahwana. Dimana saat itu juga Hanoman tertangkap dan dibakar oleh prajurit Rahwana yang merupakan raksasa. Di dalam adegan ini nantinya ada pertujukkan fire dance.

Saat itu Raja Rama hampir kalah ketika melawan Rahwana. Selain karena perbandingan kekuatan yang berbeda Rahwana adalah seorang raksasa. Namun, Raja Rama tidak mau menyerah. Ia berdoa kepada tuhan agar permaisurinya bisa kembali selamat dan melawan Rahwana.

Akhir cerita nantinya akan memperlihatkan bahwa Rahwana kalah dalam melawan Raja Rama. Sang Raja akhirnya bisa mendapatkan kembali permaisurinya. Kekalahan Rahwana disebabkan oleh panah sakti yang dimiliki Raja Rama Dewa. Panah sakti itu membunuh dan mengalahkan Rahwana.

Cerita yang ditampilkan di pertunjukkan Kecak sedikit sama dengan kita menonton wayang. Apalagi kostum yang dipakai penari yang berperan biasanya ada unsut pewayangannya. Karena itu pertunjukkan ini menjadi sedikit unik. Faktor utama pertunjukkan tari kelompok ini adalah ceritanya.

Unsur cerita yang unik dan juga khas dapat membuat kita terhipnotis seketika ketika menonton pertunjukkan ini. Ditambah dengan lokasi pertunjukkan yang bagus kita pasti akan otomatis terfokus kepada suasana pertunjukkan. Tidak peduli dengan keributan atau apapun yang ada di sekitar kita.

Tari Kecak awalnya hanya dipentaskan di beberapa desa yang ada di Bali. Namun, seiring berjalannya waktu tari kecak menjadi terkenal dan sering dipentaskan untuk festival atau kegiatan pemerintah. Hal ini sebagai bentuk dari keunikan adat istiadat masyarakat Bali. Bahkan pernah ada festival yang melibatkan ratusan penari kecak.

Fakta-Fakta Menarik dari Tari Kecak

tari kelompok

Ada beberapa fakta menarik dari tari kelompok satu ini. Mulai dari lokasi pertunjukkan, gerakan, properti, dan juga makna yang terkandung di dalamnya. Semuanya memang sengaja dibuat unik untuk memberikan warna tersendiri bagi tari kelompok ini. Berikut adalah beberapa fakta menarik yang ada didalamnya.

Jumlah Penari yang Lumayan Banyak

Coba tebak, berapa kira-kira jumlah penari dalam satu pertunjukkan Kecak? Kamu mungkin mengira jumlahnya hanya berupa belasan. Mungkin dua belas atau tiga belas. Untuk tari kelompok ini, jumlah penarinya adalah 50 orang. Jumlah ini cukup mengejutkan karena tidak ada tarian yang memiliki penari sebanyak itu.

Gerakan Tarian yang Sangat Unik

Gerakan pada penari kecak biasanya hanya berupa mengangkat tangan sambil terus meneriakkan kata ‘cak-cak-cak.’ Berbeda dengan yang menari mengambil peran untuk cerita di Tari Kecak, mereka harus menghafal beberapa gerakan yang ada. Gerakan penari Kecak tidak terpaku dengan musik, melainkan pada cerita saja.

Kostum Penari yang Khas

Kostum untuk penari Kecak sangat simpel dan tidak ribet, yaitu hanya mengenakan kain motif kotak-kotak yang mereka lingkarkan di pinggang mereka. Untuk atasan, mereka tidak mengenakan apapun. Alias bertelanjang dada. Sedangkan untuk yang berperan di cerita mereka menggunakan kostum khusus.

Properti Tarian yang Berbau Sakral dan Mistis

Tari Kecak dapat disebut juga sebagai ritual sanghyang. Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa tari kelompok ini memiliki sedikit unsur sakral dan mistis. Buktinya ada di properti yang digunakan seperti sesajen, selendang hitam putih, gelang kerincing, topeng, dan beberapa benda lainnya.

Tidak Memerlukan Alat Musik

Pertunjukkan tari biasanya akan memerlukan alat musik untuk membantu mengiringi. Namun, hal ini tidak diperlukan untuk tari kelompok satu ini. Tari Kecak hanya diiringi oleh suara ‘cak-cak-cak’ yang keluar dari mulut penari dan juga gelang gemerincing yang dipakai selama pertunjukkan berlangsung.

Makna Tarian yang Mendalam

Tari Kecak sebenarnya memiliki makna tersirat. Tarian ini sebenarnya adalah ritual sanghyang yang diadakan untuk menolak bala. Tapi, sedikit dimasukkan kisah mengenai Ramayana. Dari cerita yang ditunjukkan ada pesan moral seperti jangan mudah menyerah dan selalu bersungguh-sungguh dalam hidup.

Lokasi Pertunjukkan yang Indah

Di Bali, lokasi pertunjukkan Tari Kecak ada di banyak tempat. Di Pura Luhur Uluwatu contohnya. Di sana mereka membuka pertunjukkan Tari Kecak dengan latar belakang pemandangan yang indah. Ditemani tebing yang mengarah ke lautan, kita bisa melihat matahari terbenam dan juga menikmati pertunjukkan Kecak.

Baca Juga : Tarian Sunda Memiliki Tari yang Populer di Kalangan Masyarakat

Tari Kecak adalah salah satu tarian khas Indonesia yang sampai sekarang masih terkenal. Hal ini didukung dengan masih banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selain itu, banyak orang yang tertarik untuk menontonnya. Kita sebagai orang Indonesia harus bangga dan terus mendukung agar tarian ini dapat selalu dikenal.

Itulah beberapa keunikan dan fakta menarik mengenai Tari Kecak. Indonesia memang memiliki banyak sekali tarian daerah yang unik dan khas. Karena itu kita harus terus melestarikan kebudayaan ini. Jangan sampai tarian ini terhapus karena globalisasi. Melainkan tarian ini harus dapat terus dikenal sampai ke luar negeri Indonesia.