Ketahui Lebih Dalam Perihal Aksara Jawa dan Pasangannya Berikut Ini

Apakah kamu masih bingung tentang aksara Jawa dan pasangannya? Jika iya, maka simak ulasan artikel yang ada di bawah ini untuk lebih jelasnya lagi ya! Selamat mencoba!

Ini Dia Penjelasan Super Lengkap Aksara Jawa dan Pasangannya, Mau Tahu?

Aksara Jawa dan Pasangannya

Pada dasarnya, penulisan aksara Jawa atau lebih sering dikenal dengan hanacaraka mempunyai aturan tersendiri. Dimana ada juga pasangan dari aksara Jawa yang mana merupakan kumpulan dari berbagai macam simbol maupun bentuk khusus. Fungsinya sendiri tidak lain yaitu untuk menghilangkan maupun mematikan huruf vokal dari aksara Jawa dasar tadi.

Kenali Penggunaan Aksara Jawa dan Pasangannya

Untuk penulisan maupun penempatan dari aksara Jawa dan pasangannya ini tentunya harus diletakkan pada posisi yang benar. Dengan begitu, bisa dibaca dan juga diartikan secara mudah pastinya.

Jika peletakannya salah sedikit saja, nantinya akan berakibat sangat fatal dan sulit dibaca. Hal ini tidak lain karena makna yang dihasilkan nantinya bisa sangat berbeda. Maka dari itu kamu harus berhati-hati saat menuliskan aksara Jawa dan pasangannya ini.

Mau Tahu Apa Saja Jenis-Jenis Aksara Jawa? Ini Dia Ulasannya

Aksara Jawa dan Pasangannya

Jika kamu penasaran apa saja jenis-jenis yang dimiliki oleh aksara Jawa? Jika iya, maka simak ulasan artikel yang ada di bawah ini untuk lebih jelasnya lagi ya!

Aksara Carakan

Bagian pertama dari aksara Jawa tidak lain yaitu carakan. Dimana carakan  merupakan salah satu hal yang paling mendasar dari aksara Jawa dan pasangannya.

Sebagai tambahan informasi, masing-masing huruf atau aksara ini memiliki sebuah pasangan. Seperti yang telah dijelaskan diatas tadi, bahwa kegunaan dari pasangan ini tidak lain yaitu untuk mematikan huruf vokal atau menghilangkan aksara sebelumnya.

Ada berbagai macam jenis aksara carakan atau lebih sering dikenal dengan istilah “Hanacaraka”. Beberapa diantaranya yaitu ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga.

Menariknya lagi, ternyata penulisan dari masing-masing aksara tadi juga mempunyai aturan yang berbeda lho! Dengan kata lain, kamu tidak boleh asal-asalan dalam menuliskan aksara carakan tadi beserta pasangannya.

Sebab, jika kamu salah menuliskannya sedikit saja maka arti maupun makna yang dikeluarkan nantinya juga akan ikut berbeda. Maka dari itu, kamu harus berhati-hati saat menuliskan “Hanacaraka” alias aksara carakan tadi supaya tidak terjadi pemaknaan yang berbeda pastinya.

Umumnya, aksara carakan ini kerap digunakan untuk menuliskan suatu kata yang berasal dari bahasa latin. Dengan kata lain aksara carakan digunakan untuk mempertegas objek pelafalan.

Tetapi, tidak hanya itu penggunaaan dari aksara carakan ini juga kerap dipakai untuk menuliskan huruf vokal latin. Memang sedikit susah untuk mempelajari aksara Jawa ini, tetapi jika dilakukan secara telaten maka semuanya akan menjadi biasa kok! Jadi, jangan sampai kamu menyerah untuk belajar aksara Jawa  “Hanacaraka” ini ya!

Sandangan Aksara Jawa

Selain mempunyai pasangan, aksara Jawa ini juga mempunyai sandangan. Dimana sandangan aksara Jawa ini merupakan tambahan simbol khusus yang digunakan untuk mengubah nada dari huruf vokal.

Tidak sedikit orang yang masih bingung dengan penggunaan aksara carakan Jawa dan juga sandangan. Padahal, cara membedakannya sendiri sangat gampang lho! Dimana pada sandangan aksara Jawa kamu hanya perlu meletakkannya di tengah kalimat saja, mudah sekali bukan?

Setidaknya ada 15 sandangan aksara Jawa yang ditetapkan dan tentunya dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Maksudnya yaitu sandangan tersebut dibagi menjadi beberapa macam kelompok yang mana cara membacanya nanti juga akan berbeda.

Beberapa contoh nama sandangan aksara Jawa yang dimaksud yaitu wulu untuk menandai huruf vokal “i”. Suku untuk menandai huruf vokal “u”. Taling tarung untuk menandai huruf vokal “o”, dan lain sebagainya.

Aksara Murda

Jika di dalam aturan penulisan bahasa Indonesia terdapat penggunaan huruf kapital, di aksara Jawa ini juga ada, namanya yaitu aksara murda. Dimana nantinya kamu wajib menuliskan huruf kapital dengan menggunakan aksara murda.

Namun, penulisan aksara murda ini hanya terdapat 8 buah saja. Beberapa diantaranya yaitu ada penulisan aksara murda huruf na, ka, ta, sa, pa, nya, ga, dan juga ba.

Penggunaan tulisan kapital di aksara murda ini juga sama dengan yang lainnya. Bahwa aksara murda ini dipakai saat menuliskan nama orang, tempat, hingga awal dari sebuah kata maupun paragraf. Bahkan, kata pertama di awal kalimat sendiri juga sering diberikan huruf murda.

Aksara Rekan

Di dalam aksara Jawa sendiri juga terdapat huruf serapan yang berasal dari bahasa asing. Sebagai contoh, beberapa aksara rekan yang dimaksud tidak lain berupa fa atau va, dza, gha, za, dan juga kha.

Aksara Wilangan

Sama halnya dengan aksara yang lainnya. Aksara Jawa ini juga mempunyai cara penulisan bilangan alias “wilangan” yang berbeda. Di dalam aksara Jawa wilangan ini, angka dari 0 sampai dengan 9 ditulis secara khusus.

Tanda Baca Aksara Jawa

Terakhir, setelah mengetahui berbagai macam jenis aksara Jawa tadi maka ada beberapa tanda bacanya yang harus kamu pahami juga. Beberapa di antaranya yaitu :

  • Adeg-adeg

Berfungsi untuk mengawali suatu kalimat dalam paragraf.

  • Adeg

Digunakan untuk mengutip suatu kalimat.

  • Piseleh

Meskipun sedikit sama dengan tanda baca adeg dalam aksara Jawa yang digunakan untuk mengutip suatu kata maupun kalimat, piseleh juga demikian. Dimana tanda baca piseleh ini digunakan untuk pengutipan yang penekanannya lebih mendalam.

  • Lingsa

Tanda baca ini digunakan sebagai konotasi koma dalam aksara Jawa.

  • Lungsi

Tanda baca yang satu ini berfungsi untuk mengakhiri suatu kalimat alias titik.

  • Pangkat

Digunakan untuk menandakan sebuah angka.

Pada dasarnya masih ada banyak sekali jenis tanda baca aksara Jawa yang ada tetapi tidak bisa disebutkan semuanya di sini. Untuk mendapatkan informasi lebih jelasnya lagi, kamu bisa membuka buku pepak bahasa Jawa saja ya! Disana kamu akan mendapatkan berbagai informasi mengenai tanda baca aksara Jawa ini.

Cara Penulisan Aksara Jawa

Sebagai contoh gampangnya, kamu bisa mencoba menuliskan kalimat “mangan sega” dalam aksara Jawa. Mangan sega yang berarti makan nasi ini harus kamu tulis secara tepat dengan menggunakan aksara Jawa.

Baca Juga : Yuk Simak Contoh Surat Bisnis Jika Anda Bingung Membuat Surat Bisnis

Di dalam kalimat ini kamu wajib membubuhkan pasangan aksara Jawa di dalamnya. Sebab, jika tidak maka pelafalannya akan menjadi “manganasega”. Tentunya kamu juga harus menggunakan pasangan aksara Jawa “sa” supaya tidak digandeng penulisannya nanti.

Jika sudah, maka cara membacanya akan terpisah menjadi “mangan” dan “sega”. Jangan lupa, kamu juga harus menambahkan sandangan aksara Jawa berupa pepet untuk menambahkan tanda vokal “e” pada kata “sega”.

Jadi, setelah mengetahui ulasan artikel di atas tadi mengenai berbagai macam tulisan aksara Jawa dan pasangannya tersebut, apakah kamu sudah paham sampai sekarang? Jika sudah, maka segera praktekkan ilmunya sekarang juga supaya tidak bingung ya!