Konsep dalam Struktur Organisasi Sekolah Beserta Tupoksi-nya

Dalam dunia pendidikan, setiap sekolah dari semua jenjang pendidikan pasti memiliki gambaran tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Hal tersebut dikemas dalam bentuk yang lebih sederhana menjadi sebuah struktur organisasi sekolah.

Secara umum organisasi memiliki pengertian sebagai sebuah hubungan yang sistematis yang efektif dan efisien untuk mencapai sebuah hasil. Organisasi sekolah adalah perserikatan yang diatur oleh manajemen sekolah. Tujuannya untuk menciptakan suatu kondisi yang kondusif dari berbagai kegiatan sekolah.

Dalam hal ini, kita akan membahas bagaimana konsep sebuah struktur organisasi sekolah terbentuk. Juga beberapa komponen yang terlibat dalam organisasi sekolah tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Konsep Terbentuknya Struktur Organisasi Sekolah

struktur organisasi kelas

Melalui struktur organisasi sekolah kita dapat mengetahui proses birokrasi yang seharusnya ada dalam sebuah sekolah. Hal tersebut tidak lepas dari konsep organisasi sekolah yang terdiri dari beberapa unsur karakteristik. Penjelasannya akan diulas dibawah ini.

Sumber Daya Manusia

Struktur organisasi sekolah tentunya terdiri dari sumber daya manusia dengan kejelasan tugas dan fungsinya masing-masing. Sumber daya manusia tersebut adalah kumpulan individu yang akan melakukan berbagai kegiatan.

Dalam suatu organisasi, setiap individu akan mencurahkan seluruh ide untuk membangun dan menciptakan suasana yang kondusif dalam lingkungan sekolah. Juga bebas mengekspresikan diri serta saran terbaik untuk membawa perubahan yang baik bagi kesejahteraan sekolah.

Koordinasi

Idealnya organisasi sekolah memiliki sistim koordinasi yang terstruktur. Koordinasi tersebut terjalin dengan baik antar semua komponen yang ada didalamnya. Sekolah menjadi pemersatu semua unsur dalam struktur organisasi untuk mewujudkan tujuan bersama.

Kejelasan Tentang Kepemimpinan dan Tugas

Dalam sebuah organisasi sekolah akan muncul suatu pemahaman akan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini bertujuan agar semua komponen yang terlibat memiliki kejelasan siapa yang memiliki peran pemimpin dan yang dipimpin.

Selain itu juga untuk menghindari adanya kebingungan alur koordinasi semua kegiatan sekolah. Sehingga semua kegiatan sekolah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan harapan bersama.

Fleksibilitas

Suatu organisasi selalu memiliki aturan dan kebijakan yang harus diikuti dan dipatuhi. Namun ada kalanya peraturan tersebut berubah secara fleksibel tanpa mengganggu kegiatan sekolah lainnya. Dalam hal ini bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan yang dibutuhkan pihak sekolah.

Pengendalian

Konsep pengendalian dalam struktur organisasi sekolah ini bertujuan untuk memberikan jeda kegiatan. Arahnya untuk mengevaluasi dari setiap hasil yang telah dicapai.

Hal ini perlu dilakukan untuk saling menjaga dan mengontrol agar tidak terjadi ketimpangan kekuasaan di sekolah. Tentunya hal ini perlu adanya kerjasama dari seluruh pihak.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam Struktur Organisasi Sekolah

struktur organisasi kelas

Struktur organisasi sekolah terdiri dari beberapa pihak yang terlibat dan turut bekerja sama untuk mewujudkan visi misi sekolah. Pembahasan lengkapnya kita simak pada ulasan berikut ini.

Komite Sekolah

Struktur organisasi sekolah yang pertama adalah komite sekolah. Secara garis besar peran komite sekolah adalah memberikan pelayanan kepada pihak sekolah dalam bentuk saran, masukan, arahan, dan sebagainya.

Komite sekolah bertugas untuk mengawasi dan melakukan evaluasi segala program dan kegiatan yang dilakukan. Juga mengontrol segala kebijakan dan aturan yang diterapkan oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah

Jabatan terpenting dalam struktur organisasi sekolah adalah kepala sekolah. Tugas utama seorang kepala sekolah adalah memegang amanah sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan yang dilakukan dalam lingkungan sekolah.

Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi memiliki fungsi sebagai edukator, administrator, supervisor, dan motivator. Sebagai edukator tentunya kepala sekolah tetap berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

Sebagai administrator, kepala sekolah memiliki tugas untuk ikut menjalankan setiap administrasi sekolah. Sebagai supervisi kepala sekolah juga ikut serta memsupervisi kinerja dan program yang dijalankan dalam lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Humas (Hubungan Masyarakat)

Waka humas memegang tanggung jawab atas kerjasama pihak sekolah dengan berbagai pihak seperti masyarakat, organisasi, perguruan tinggi, dan lainnya. Waka humas juga berperan membantu peningkatan mutu sekolah dengan berbagai kerja sama.

Misalnya bertanggung jawab dalam pengurusan promosi sekolah, mengkoordinasikan kerja sama sekolah dengan berbagai pihak, pelaksana praktek kerja siswa, dan sebagainya.

Wakil Kepala Kurikulum

Waka kurikulum bertanggung jawab untuk membantu kepala sekolah dalam bidang kurikulum. Tugas waka kurikulum lebih berpusat pada kegiatan belajar mengajar (KBM) baik dari dokumen kurikulum yang digunakan, perancangan program pembelajaran, hingga mengagendakan ujian siswa, jadwal rapotan, dan ijasah.

Wakil Kepala Sarpras (Sarana Prasarana)

Waka sarana dan prasarana memiliki tugas pokok untuk mengawasi penggunaan sarana dan prasarana di sekolah. Waka sarpras juga bertugas untuk mendata inventaris segala kebutuhan sekolah dan mengawasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) bidang sarana prasarana.

Waka sarpras juga berkoordinasi dengan waka lainnya terkait beberapa hal. Seperti mengkoordinir pelaksanaan 7K dengan waka kesiswaan, memfasilitasi sarpras terkait kerjasama pihak sekolah yang telah disetujui waka humas, dan sebagainya.

Wakil Kepala Kesiswaan

Waka kesiswaan membantu kepala sekolah dalam kepengurusan segala program dan kegiatan siswa. Waka kesiswaan menyusun program pembinaan siswa yang berprestasi, yang menerima beasiswa, yang mengikuti lomba, hingga kepindahan sekolah.

Waka kesiswaan juga turut andil membuat dan memberikan arahan serta bimbingan dalam program OSIS. Hal lain yang tidak luput dari tugas waka kesiswaan adalah menyusun program ekstrakulikuler dan mengawasinya.

Kepala Kompetensi Keahlian

Kepala kompetensi keahlian terdiri dari berbagai bidang keahlian berbeda seperti kepala laboratorium dan penanggungjawab perpustakaan. Walau berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, namun secara garis besar tugas yang diemban sama.

Kepala kompetensi bertugas membuat program kerja, menentukan sasaran dan tujuan dari segala kegiatan dibidang keahlian masing-masing, serta mendata segala perlengkapan yang dibutuhkan program keahlian yang diampu.

Kepala kompetensi bagian juga harus berkoordinasi dengan wakil kepala lainnya. Tujuannya agar bisa segala program dapat berjalan dengan baik.

Guru

Struktur organisasi sekolah selanjut adalah guru. Guru berhubungan langsung dengan siswa yang berperan untuk memberikan segala pengetahuan dan informasi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Guru menjadi bagian penting dalam membentuk generasi penerus bangsa. Guru bertindak secara aktif untuk menjadi suri tauladan bagi siswa, motivator, pengasuh, hingga penasihat selama anak-anak dalam lingkungan sekolah.

Kepala TU (Tata Usaha)

Kepala tata usaha bertanggung jawab untuk mengurusi segala administrasi pendidikan. Mulai dari pengelolaan, pencatatan anggaran keuangan, hingga daftar gaji seluruh staf dan guru.

Baca Juga : Cara Membuat Contoh Kritik Karya Seni Rupa Singkat Secara Lengkap

Bagian tata usaha juga membantu penyusunan administrasi dari seluruh wakil kepala humas, kurikulum, sarpras, dan kepegawaian. Tugas lainnya adalah membuat dan mengarsip berbagai dokumen sekolah seperti proposal, surat menyurat, dan lainnya.

Itulah penjelasan terkait konsep dalam struktur organisasi sekolah berikut dengan penjelasan tugas pokok dan fungsi setiap pihak yang ada didalamnya. Semua pihak diharapkan dapat melakukan tanggung jawabnya masing-masing dan bekerja sama untuk mewujudkan visi dan misi sekolah.