Mengenal Lebih dalam Kerajinan Bahan Campuran

Kerajinan adalah kegiatan untuk menciptakan barang dengan menggunakan barang lain. Sehingga barang tersebut menjadi bernilai tinggi. Untuk menciptakan kerajinan perlu bagi kita untuk memiliki kreativitas. Kerajinan bahan campuran adalah kerajinan yang diproduksi dengan cara mengkombinasikan dua bahan atau lebih.

Untuk memiliki nilai lebih tanpa meniadakan fungsi aslinya maupun menggantinya dengan cara menggabungkan bahan yang lain. Misalnya, perhiasan yang dibuat dengan logam bisa dipadu-padankan dengan batu alam agar menjadi lebih menarik.

Campurannya tidak hanya terbatas pada bahannya saja, melainkan bisa mencampurkan dengan jenis produk kerajinan yang dihasilkan.

Karakteristik, Jenis dan Prinsip Contoh Kerajinan Bahan Campuran

kerajinan bahan campuran

Karena bernama campuran, kerajinan bahan campuran memiliki bahan yang bervariasi. Meskipun begitu, prinsip utama adalah meningkatkan nilai suatu barang dengan kombinasi dua bahan atau lebih.

Jenis Bahan

  • Bahan Anorganik

Bahan anorganik adalah bahan yang telah mengalami proses olahan pabrik dengan berbagai campuran dan teknik kimia sehingga menjadi bahan baku. Contoh bahan anorganik antara lain: plastik, karet, styrofoam, kertas, dan manik-manik.

  • Bahan Organik

Bahan organik adalah bahan yang berasal dari alam, bahan yang bisa langsung diambil dari alam. Contoh bahan organik yang sering bisa kamu temukan: kayu, bambu, batu, kerang, tanah liat, kulit hewan, dan sebagainya.

Bahan campuran memiliki karakteristik unik yang berbeda. Karakteristik tiap bahan bisa memiliki rasa halus, kasar, berat ringan, warna, tingkat keretakan yang berbeda.

Karakteristik Bahan

  • Batu-batuan

Batu mulia dan batu akik menjadi primadona para pengrajin karena memiliki tekstur, bentuk, dan warna yang variatif. Kamu bisa menemukan kerajinan bahan campuran yang terbuat dari zamrud, berlian, ruby, safir seperti liontin, bros, gelang di toko perhiasan atau rumah pengrajin.

  • Logam

Meskipun memiliki sifat mudah berkarat, logam yang diolah dan diberi campuran dengan tepat bisa menghasilkan kerajinan bahan campuran yang mengagumkan. Logam yang digunakan sebagai bahan antara lain perak, emas, perunggu, besi dan titanium.

Untuk hasil kerajinannya, logam dapat diolah menjadi kalung, gelang, pisau dan sebagainya.

  • Plastik

Mudah dibentuk dan bisa didaur ulang. Kedua karakteristik tersebut menjadi ciri khas plastik. Salah satu kelebihan plastik adalah ringan dan mudah ditemukan di pasaran. Dengan plastik, kamu bisa membuat botol minuman, gelas, sedotan, miniatur, pot bunga, tempat pensil dan lain-lain.

  • Kayu

Kayu adalah bahan organik yang memiliki kemampuan serba guna yang tinggi. Karakteristik kayu yang mudah dibentuk, kedap air, dan bersifat isolator menjadikan kayu fleksibel dalam pengolahannya.

Kayu bisa diolah menjadi pintu, kursi meja. Kayu bisa dipadukan dengan logam, kaca sehingga menghasilkan kerajinan bahan campuran seperti akuarium, hiasan dinding, jendela.

  • Keramik

Tanah liat yang dikeraskan akan menjadi keramik. Keramik memiliki karakteristik rapuh dan mudah pecah. Karena faktor tersebut, keramik memiliki tingkat kecocokan yang tinggi dengan bahan ringan seperti kain, rotan, karton atau kertas. Kerajinan yang dihasilkan dari keramik adalah gelas, piring, pot dan vas bunga.

Prinsip dalam Membuat Kerajinan Bahan Campuran

kerajinan bahan campuran

Dalam membuat kerajinan bahan campuran, penting bagi kita untuk mengetahui prinsip dasar kerajinan bahan campuran. Dengan prinsip tersebut kita bisa membuat kerajinan menjadi lebih menarik tanpa meninggalkan fungsi utamanya. Mari kita simak prinsip dalam membuat kerajinan bahan campuran.

  • Bahan-bahan yang digabungkan tidak menimbulkan reaksi kimia yang bersifat merusak bahkan membahayakan. Contohnya, logam tidak dicampurkan dengan bahan yang bersifat basah karena bisa menimbulkan karat. Karat bisa menyebabkan kerajinan menjadi cepat rusak dan membahayakan lingkungan.
    • Kalian bebas dalam menentukan jenis bahan yang digunakan. Kalian bisa menggunakan satu jenis, dua jenis, bahkan tiga jenis atau lebih. Jumlah jenis bahan tergantung pada rancangan dan kebutuhan dari kerajinan yang akan kamu produksi.
    • Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi kerajinan bisa bersifat homogen atau heterogen. Bahan yang bersifat homogen maksudnya adalah kombinasi bahan alam dengan bahan alam, bahan buatan dengan bahan buatan. Sedangkan bahan heterogen adalah kombinasi antara bahan alam dan buatan.

Aspek yang perlu diperhatikan dalam kombinasi bahan kerajinan adalah tidak terjadi perubahan fisik dalam kerajinan ketika kedua bahan tersebut dipadupadankan. Reaksi fisik yang dimaksud adalah retakan, lelehan, karat, dan sebagainya.

  • Karena bahan kerajinan memiliki karakteristik unik tersendiri, maka dalam pencampurannya perlu memperhatikan aspek fungsi tambahan seperti menjadi lebih kuat, aman dan tahan lama. Aspek ini lebih diperhatikan ketika kamu ingin membuat seni terapan (barang estetik yang memiliki nilai guna).
    • Bahan yang digabungkan harus bisa menyatu dengan bahan yang lain, sehingga tercipta harmoni dan kesatuan.

Teknik dalam Membuat Kerajinan Bahan Campuran

kerajinan bahan campuran

Produksi kerajinan bahan campuran menggunakan teknik yang sama dengan kerajinan pada umumnya. Dalam proses produksi, karakteristik bahan diperhatikan untuk memberikan hasil yang maksimal. Berikut adalah teknik dalam mengolah bahan yang bersifat keras dan lunak.

Teknik untuk bahan keras

Teknik potong digunakan untuk bahan baku yang bersifat keras seperti kayu dan batu. Kamu bisa menggunakan gergaji, pisau, pahat untuk memotong. Untuk menghasilkan konstruksi dari bahan yang telah dipotong kamu bisa menggunakan ekor burung, paku, lem, pres, ikat, dan tempel.

Teknik mengukir umumnya digunakan pada kayu, bambu, dan kulit. Untuk mengukir kamu memerlukan pisau kecil atau alat pahat. Dengan mengukir kamu bisa memproduksi kerajinan bahan campuran seperti ukiran, topeng, dan wayang.

Baca Juga : Perhiasan dan Aksesoris, Contoh Kerajinan Berbasis Media Campuran 

Teknik bubut adalah teknik mengolah kayu dengan menggunakan mesin. Kamu bisa menggunakan teknik ini dengan mesin bubut. Mesin bubut akan memutar kerajinan lalu kamu menyayat kerajinan berulang-ulang secara melingkar.

Teknik scroll juga menggunakan mesin scroll. Mesin scroll memiliki gergaji di tengah yang digunakan untuk memotong kayu dengan cara mendorong kayu ke mata gergaji.

Teknik untuk bahan lunak

Kerajinan bahan lunak memiliki beragam teknik yang bisa kamu pelajari, salah satunya adalah teknik butsir. Teknik butsir adalah teknik mengerok tanah liat dengan menggunakan alat telapak tangan seperti kawat atau pisau kecil. Umumnya bahan yang menggunakan teknik ini adalah tanah liat.

Teknik pijit adalah teknik menekan-nekan bahan untuk membentuk kerajinan sesuai dengan keinginan kita. Di lain sisi, teknik pilin adalah membentuk bahan lunak menjadi bentuk memanjang dan bulat lalu disusun sesuai desain yang telah ditentukan.

Teknik cetak padat adalah teknik yang memanfaatkan mesin cetak. Kamu hanya tinggal memasukkan bahan ke dalam mesin cetak untuk membentuknya sesuai dengan cetakan yang telah dibuat.

Selain cetak padat, terdapat juga teknik cetak cair. Sebelum bahan dimasukkan ke dalam mesin cetak terlebih dahulu dicairkan lalu dituang pada mesin cetak. Setelah itu tinggal menunggu hasil cetakan mengeras untuk menikmati hasilnya.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk membuat kerajinan bahan campuran dengan tanganmu sendiri? Perlu dicatat diperlukan ketelatenan dan ketelitian dalam membuat kerajinan yang menarik. Tidak lupa kreativitas dan daya imajinasi kamu juga berperan besar dalam memproduksi suatu karya. Kamu bisa membuat karya yang menarik dengan mengikuti prinsip dan teknik yang telah dituliskan di atas. Semoga berhasil!